Stop Illegal Mining!


Tags:

Aksi Damai Mahasiswa Pertambangan Unmul

SAMARINDA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pertambangan (Himatambang) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi damai berupa orasi seruan kepada masyarakat dan instansi terkait berkaitan dengan penambangan tanpa izin atau illegal mining yang terjadi di Kaltim.

Aksi yang digelar di simpang empat Mal Lembuswana Samarinda Selasa (20/9) kemarin, berlangsung kurang lebih dua jam yang dimulakan pukul 9.00 Wita. "Hari ini (kemarin) kami hanya memberikan seruan kepada pihak terkait baik aparat ataupun kepala daerah untuk melarang pertambangan ilegal yang terjadi di Kaltim. Jangan sampai nasib provinsi ini sama dengan yang terjadi di Kalsel, di mana kondisi penambangan liar sudah sangat memprihatinkan hingga dampaknya sudah dirasakan masyarakat Kalsel," ujar Derry H, Sekjen Himatambang Unmul kepada Kaltim Post.

Secara umum, Derry mengatakan kalau penambangan ilegal itu secara langsung berdampak pada kerusakan ekologi dan terganggunya keseimbangan alam dikarenakan tidak ada upaya relokasi oleh penambang liar. "Namanya juga penambang ilegal, ya lebih mengutamakan keuntungan. Ini masalah serius bagi Kaltim. Dari data yang kami dapatkan, di Kalsel saja biaya yang dibutuhkan untuk relokasi daerah-daerah bekas penambangan ilegal per tahunnya mencapai Rp6 triliun. Jadi pilih mana, menyelamatkan atau malah memberikan bencana bagi daerah ini. Itu saja pilihannya," tambah Derry.

Menurut Ketua Himatambang Unmul, Wisnu Wardhana, illegal mining di Kaltim sudah sangat memprihatinkan. Karena besarnya potensi sumberdaya alam belum termanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim. "Keadaan ini semakin diperparah dengan perampokan sumberdaya alam secara besar-besaran di wilayah ini tanpa melalui mekanisme dan proses penambangan mineral sesuai aturan yang berlaku," ungkap Wisnu.

Tak hanya itu, kasus illegal mining yang sering disebut PETI (penambangan tanpa izin) telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Sehingga tambang-tambang liar semakin banyak menjamur di wilayah Kaltim bahkan perambahan hutan juga dilakukan untuk mendapatkan bahan galian tambang. "Ekses yang ditimbulkan penambangan liar ini sangat berdampak besar terhadap kerusakan ekologi. Bahkan keseimbangan alam pun dapat terganggu. Karena setiap melakukan aksinya, para perambah tidak pernah melakukan reklamasi lahan seusai penambangan," ucapnya.

Menurut data yang dimilikinya, beberapa wilayah Kaltim yang berdekatan dengan ibukota provinsi yang menjadi sumber bahan mentah illegal mining, yakni Sanga-Sanga, Handil, Kutai Barat, bahkan di tengah kota Tenggarong pun masih ditemukan praktik illegal mining, seakan Pemkab melalui instansi terkait tutup mata saja dengan praktik-praktik tersebut.

Dirinya pun mengakui, jika keuntungan yang diperoleh pengusaha yang melakukan praktik illegal mining sangatlah menggiurkan. Karenanya disinyalir banyak pihak yang diduga terlibat dalam praktik penambangan liar tersebut. "Mengapa kami mensinyalir banyak pihak yang terkait, karena banyak kasus penambangan liar yang belum dapat diatasi oleh instansi terkait, sehingga PETI sangat sulit untuk ditertibkan," tutur Wisnu prihatin.(*/ak/nat)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=ProKaltim&id=130472


Peta Kota Samarinda
Business Directory Button
Blogsphere Samarinda | Write Your Blogs
Forum Diskusi Samarinda | e-samarinda.com