MUI: Tak Perlu Banyak, Kekhusyukan Takbir Penting**Pemkot kembali gelar Pawai Takbiran
Submitted by niken on Thu, 25/09/2008 - 10:01.
Tags:
Tags:
SAMARINDA–Menyongsong pelaksanaan kegiatan Pawai Takbiran Idul Fitri 1429 H/2008 M yang kemungkinan akan jatuh Selasa (30/9) pekan depan, Pemkot Samarinda bersama pihak terkait, melaksanakan rapat persiapan di Ruang Rapat Walikota, Rabu (24/9). Dalam rapat yang diikuti perwakilan dari Pemprop, MUI Samarinda, Poltabes, Perhubungan, Kodim, Linmas, PT Total Persada dan beberapa pihak terkait tersebut banyak dibahas tentang hasil evaluasi kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya terkait ketertiban dan keamanan kegiatan Pawai Takbiran Idul Fitri tersebut. Hasilnya bagi peserta pawai Takbir Keliling Idul Fitri tahun ini diberikan beberapa ketentuan yang wajib untuk dipatuhi. “Mengingat kegiatan Takbiran adalah persoalan agama yang mengandung makna untuk membesarkan Kalimat Allah, jangan sampai pawai ini menjadi semacam kegiatan hura-hura yang justru banyak menimbulkan mudharat,” tegas Ketua MUI Kota Samarinda, KH Zaini Naim. Untuk itu menurutnya perlu ada pembatasan jumlah peserta, selain ketentuan lain berupa larangan membawa petasan, kembang api dan semacamnya, termasuk ketentuan bagi para peserta pawai untuk tidak membunyikan suara musik atau lagu apapun kecuali gema takbir. “Karena yang penting bukan banyaknya peserta melainkan kekhusyukannyalah yang perlu dijaga,”tandasnya. Hal ini disepakati pula pihak Poltabes, Perhubungan dan seluruh peserta rapat lainnya yang mengingikan kegiatan pawai takbir kali ini tidak perlu diikuti peserta dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kendaraan pribadi pun dibatasi muatannya yaitu minimal 4 orang penumpang. Sedangkan untuk peserta dari unsur organisasi hanya diperbolehkan membawa satu kendaraan saja. Seluruh peserta sebelumnya diwajibkan mendaftarkan diri pada bagian Penamas Kandepag Kota Samarinda (mulai hari ini sampai Selasa pada setiap jam kerja) untuk mendapatkan nomor urut peserta, karena tanpa nomor urut tersebut setiap kendaraan tidak diijinkan mengikuti iringan pawai tersebut.
“Pelaksanaannya kali ini memang lebih diperketat, bahkan bukan hanya itu peserta pawai pun diwajibkan mengenakan busana muslim,” timpal Kabag Sosial Drs H Zainudin MSi. Adapun rute yang akan dilewati menurutnya masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu, Jl. Ir. Sutami (lokasi star), Jl. Slamet Riyadi, Antasari, Juanda, Pembangunan, S. Parman, A.Yani, Remaja, Kemakmuran, Pelita, Lambung Mangkurat, A.Dahlan, Basuki Rakhmat, dan Kesuma Bangsa. Panggung kehormatan di Islamic Center. (Hms3).
KETENTUAN TAKBIR KELILING
1. Pendaftaran : Dibuka mulai Rabu 24 September hingga Selasa, 30 September 2008, pada setiap jam kerja. Tempat pendaftaran, Seksi Penamas Kandepag Kota Samarinda, Jl. Harmonika. 1 Samarinda..2. Pelaksanaan : Malam Idul Fitri 1 Syawal 1429 H (Menunggu pengumuman Pemerintah Pusat) Pukul 17.00 wite. Lokasi star Jl. Ir Sutami Karang Asam Sungai Kunjang.3. Jenis kendaraan : Kendaraan roda 4 seperti mini bus, makro, bus jeep, sedan, pick up dan sejenisnya4. Persyaratan - Setiap peserta hanya menyertakan 1 (satu) mobil dan tidak diperkenankan memakai kendaraan roda 2 - Peserta memasang spanduk dikendaraannya menyangkut identitas maupun tema- tema syiar terkait - Tidak diperkenankan memasang publikasi yang bersifat politis - Sepanjang jalan tidak diperkenankan mengumandangkan kalimat selain Takbir, Tahmid, Tasbih dan Tahlil. - Peserta berbusana muslim - Peserta dilarang membawa benda-benda yang dapat mengakibatkan kecelakaan seperti sajam, petasan, kembang api dll. - Peserta terbaik akan diberikan hadiah melalui pengumuman di media cetak.




