Penawaran Gelar Aspal Masuk Kaltim


Tags:

SAMARINDA-Meski sindikat pemberi ijazah ilegal sudah digerebek polisi pekan lalu, namun surat penawaran mendapatkan gelar kehormatan dari Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) ini sudah sempat beredar di Kaltim. Dalam surat itu disebutkan, pelaksanaan wisuda akan digelar di Hotel Sahid Jaya Minggu, (28/8) mendatang.

Salah seorang yang sempat menerima tawaran gelar kehormatan itu adalah Aji Enny Riyani, staf Humas Pemprov Kaltim. Enny menyebutkan, surat panggilan wisuda gelar kehormatan itu diterima Senin (15/8) sore, saat pulang kerja. Amplop warna cokelat dengan kop bertuliskan Northern California Global University (NCGU) itu dikirimkan melalui jasa pos dengan perangko Rp4.000.

"Aneh, nggak pernah belajar kok bisa dapat gelar," ujar Enny kepada Kaltim Post. Ia sengaja menyampaikan ini agar masyarakat lain tidak mudah tergoda dengan iming-iming gelar dengan membayar sejumlah uang.

Surat panggilan wisuda itu tertanggal 28 Juli 2005 lalu. Rencananya wisuda dilakukan Minggu, 28 Agustus 2005 pukul 10.00 WIB sampai selesai di Hotel Sahid Jaya lantai 2, Jl Jend Sudirman Jakarta 10220. Surat itu ditandatangani Sekretariat IMGI/NCGU Sudirman S SH MSc AAAIJ.

Dalam surat itu juga disebutkan, peserta akan mendapatkan pakaian lengkap wisuda, toga dan jubah serta foto pelantikan. Selain itu juga akan mendapatkan ijazah asli NCGU United States of America. Guru besar NCGU yang akan melantik adalah Prof DR Luke Comay dan Prof DR Robert Harris.

Untuk mengikuti wisuda itu, persyaratannya adalah mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan fotokopi ijazah terakhir, dan menyerahkan pasfoto ukuran 3 x 4 sebanyak 6 lembar. Selain itu juga menyerahkan biaya penyelenggaraan.

Gelar yang diinginkan bisa dipilih sendiri dari mulai strata 1 (S1), strata 2 (S2), sampai strata 3 (S3) hingga profesor. Gelar yang bisa dipilih adalah BBA, BSc, MBA, Med, MSc, MA, MPA, MBL, DR(HC), PhD, DBA, Ded, dan Prof.

"Saya sudah coba konfirmasi soal biaya yang harus dibayarkan. Tapi semua nomor telepon yang ada, baik nomor telepon kantor dan handphone yang dicantumkan di surat itu, semuanya tidak bisa dihubungi. Saya coba memancing saja, tapi tidak bisa masuk," beber Enny kemudian. Belakangan, baru dia tahu setelah membaca berita di koran bahwa lembaga itu sudah digerebek.

Sebelumnya dikabarkan, perguruan tinggi swasta (PTS) yakni IMGI, yang tidak punya kampus dan tidak pernah melaksanakan kegiatan kuliah, namun sudah mewisuda sekitar 5.000 sarjana strata S1, S2, dan S3, digerebek petugas Reserse Kriminal Umum Mabes Polri, Rabu (10/8) malam. Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) diperkirakan sudah menerbitkan 5.000 ijazah palsu selama kurun waktu 2003-2005.

Sasaran sindikat yang melibatkan beberapa warga negara asing tersebut adalah para pejabat, pengusaha, karyawan, dan pegawai. Dari bukti-bukti yang disita polisi, ada beberapa nama yang pernah ditawari jasa instan penyedia gelar tersebut. Di antaranya, seorang bupati di Provinsi Bengkulu dan beberapa direktur perusahaan swasta.

Modus sindikat tersebut cukup sederhana. Mereka mengirimkan surat penawaran kepada seseorang yang dianggap berminat terhadap layanan tersebut. Bagi siapa pun yang berminat dan sanggup membayar persyaratan uang yang diajukan, dalam waktu kurang dari sebulan, langsung bisa diwisuda. Biaya yang disyaratkan dalam surat penawaran tersebut, untuk S1 Rp1,5 juta, S2 Rp2,5 juta, dan S3 Rp5 juta. Sementara dokumen lain ditemukan angka Rp10-Rp25 juta sebagai biayanya.

"Setelah memenuhi syarat yang diajukan, staf IMGI akan mengirimkan undangan wisuda," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko.

Dia menyatakan bahwa wisuda biasanya dilakukan di hotel berbintang seperti Hotel Sahid dan Kartika Chandra, Jakarta. Dalam tahun 2005 saja, wisuda sudah dilakukan sebanyak empat kali, dalam kurun waktu Maret-Juli. Bahkan tanggal 28 Agustus mendatang rencananya akan digelar wisuda kelima di Hotel Sahid.

Dikatakan Soenarko, berdasarkan dari hasil pengembangan sementara tim penyidik Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan delapan tersangka, yakni Mardiana selaku dirut IMGI, Harris Roberts PhD (warga negara Amerika), Lilik Purwati, Sri Purnomosasih, Agus Suyanto, Istio Ambar Purnomo, Udin Arsyad, dan Bahrum S Wajageda. ''Namun baru Mardiana yang kami tahan,'' kata Soenarko.

Satu orang tersangka yang berkewarganegaraan Australia yakni Luke Comey selaku presiden direktur Northern California Global University (NCGU) masih dalam pengejaran. ''Kemungkinan tersangka bisa bertambah," ujar Soenarko.

Selain tersangka, lanjut Soenarko, setelah dilakukan penggeledahan di dua tempat yang dijadikan kantor yakni Century Tower dan Ruko Rawa Segaran TMII, Bareskrim Mabes Polri berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya papan nama lembaga IMGI, komputer, dokumen, album foto-foto wisuda, alat-alat wisuda, beberapa dokumen, negatif ijazah palsu, undangan wisuda, dan beberapa surat penawaran dan undangan wisuda, serta mesin pencetak ijazah palsu.

Berdasarkan barang bukti tersebut, katanya, tim penyidik Mabes Polri menetapkan bahwa tersangka telah melanggar Undang-undang No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu para tersangka juga akan dijerat Pasal 378 tentang penipuan dan 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Kabareskrim Komjen Makbul Padmanegara mengaku telah mendapatkan laporan dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional, bahwa masih 14 perguruan tinggi lagi yang tidak memenuhi syarat untuk mengeluarkan ijazah. ''Yang sedang kita tangani (IMGI) ini memang sudah benar-benar tanpa izin. Sementara lainnya masih akan kita pastikan,'' kata Makbul.(eff)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=PROKALTIM&id=125832


Peta Kota Samarinda
Business Directory Button
Blogsphere Samarinda | Write Your Blogs
Forum Diskusi Samarinda | e-samarinda.com