Koperasi Tumbuh 24%, UKM 60%
Submitted by Novel Elfansyah on Sun, 15/10/2006 - 15:49.
Tags:
Tags:
SAMARINDA - Sejak dipimpin Walikota Drs H Achmad Amins MM, perkembangan koperasi dan usaha kecil-menengah (UKM) di Kota Samarinda mengalami kenaikan pesat bak anak panah lepas dari busurnya. Pada tahun 2001 tercatat hanya 612 unit koperasi aktif, kini bertambah menjadi 762 unit atau meningkat 24,51 persen sedangkan UKM dari 8.655 unit bertambah menjadi 13.233 (58,96%).
Memajukan Samarinda tidak terfokus pada pembangunan fisik semacam gedung, jalan atau jembatan semata. Pembangunan yang seimbang harus diimbangi dengan sektor lain mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan sampai pembangunan sosial, pemukiman hingga pariwisata.
Dalam mengambil kebijakan semua sektor pembangunan Amins selalu berupaya mengutamakan prestasi dan kontribusi untuk kepentingan masyarakat. Seperti pada bidang pendidikan. Meskipun tidak latah untuk ikut menerapkan sekolah gratis, namun melalui beasiswa prestasi dan siswa tidak mampu, Pemkot sudah sangat membantu dan tepat sasaran. Ratusan pelajar yang tidak mampu akhirnya bisa menikmati bangku sekolah.
Di bidang pembangunan sosial, dalam rangka mendorong peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan dan penanganan masalah sosial, Amins mengambil kebijakan untuk memberi bantuan kepada beberapa rumah ibadah, berupa mobil ambulans dan juga bantuan pembangunan fisik rumah ibadah. Lalu bantuan gerobak sorong dan kendaraan ke beberapa RT plus bantuan bentuk lainnya yang diberikan ke beberapa lembaga, swasta dan pemerintah.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi rakyat melalui pembinaan koperasi/UKM telah membawa dampak luar biasa pada perekonomian masyarakat karena dengan majunya usaha koperasi dan juga UKM otomatis bisa memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Perhatian Pemkot sendiri tampak dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan SDM, perluasan akses pasar, pembangunan jaringan usaha, bantuan modal kerja bergulir kepada beberapa koperasi dan UKM. Untuk membuka wawasan para pengurus UKM dan koperasi mereka juga dikirim mengikuti magang ke luar daerah.
Sejauh ini bantuan modal kerja bergulir telah diberikan kepada 565 UKM dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta 69 koperasi dengan total dana Rp6 miliar lebih. Tidak cukup hanya dengan memberikan pinjaman modal, para pengurus UKM dan koperasi pun dituntut memiliki kemampuan dalam menata manajemen mereka sehingga kepada mereka juga diberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran.
"Bukan hanya mendapat pinjaman modal, para pengurus koperasi dan UKM juga harus punya kemampuan dalam mengatur keuangan karena salah satu unsur penting keberhasilan koperasi/UKM adalah bagaimana memasarkan produk yang mereka buat agar laku di pasaran," kata Achmad Amins.
Promosi niaga, pameran dagang, temu usaha kemitraan baik yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri pun telah dilakukan. Itu dilaksanakan guna memperluas akses pasar.
"Kita berharap produk-produk usaha yang dibuat para perajin tidak hanya laku di pasaran lokal, namun juga sampai keluar negeri. Untuk itu dilakukan berbagai kegiatan, mulai dari mengikuti promosi niaga sampai pameran. Alhamdulillah ternyata tidak sia-sia, beberapa produk UKM Samarinda laris di pasaran dunia. Salah satunya galangan kapal dan juga beberapa produk kerajinan dari kayu," tukasnya lagi.
FOKUS 5 PROGRAM
Sukses Achmad Amins yang baru saja meraih Bintang Jasa Pratama bidang koperasi dan usaha kecil/menengah (KUKM) khususnya program pemberdayaan ekonomi kerakyatan semakin memacu peningkatan karsa dan karyanya. Untuk tahun 2006 sampai dengan 2009, misalnya, Pemkot akan fokus 5 program KUKM utama.
Hal tersebut terungkap ketika Amins dan rombongan yang disertai Kadisperindagkop Kaltim Irianto Lambrie bersilaturahmi dengan Menteri Suryadharma Ali di Kantor Menneg KUKM Jakarta, akhir Agustus. Kepada Menkop, Amins menyampaikan keinginan kuat dan kesediaan untuk selalu meningkatkan kerja sama secara kelembagaan dengan pemerintah pusat.
Suasana pertemuannya sendiri penuh keakraban dan kehangatan. Selain kekagumannya terhadap pembangunan KUKM di Kota Samarinda, Suryadharma juga sepakat bahwa perlu adanya usaha untuk bersama-sama lebih meningkatkan kerja sama kelembagaan antara pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu hal penting lainnya adalah berbagi masukan seputar pelaksanaan program khususnya yang berkaitan dengan bidang koperasi dan UKM yang sebaiknya tetap digalakkan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Khusus sektor ekonomi (industri, perdagangan dan jasa pemukiman) Amins menilai merupakan masalah penting mengingat sangat sejalan dengan visi Kota Samarinda.
Oleh karena itu Amins mengharapkan prioritas dan dukungan penuh pemerintah pusat kepada Pemkot Samarinda tahun 2007-2008 depan terlebih lagi pada saat itu Samarinda akan menjadi salah satu pusat penyelengaraan kegiatan even olahraga nasional PON XVII.
Amins dan rombongan juga memberikan laporan tentang pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang telah digulirkan pemerintah pusat melalui pemprov kepada pemkab/pemkot sesuai APBN seperti program Subsidi BBM tahun 2000-2005 yang telah disalurkan kepada 33 unit koperasi dengan total dana Rp3.050.000.000.
Lalu program Modal Awal Padanan tahun 2002-2003 (untuk 7 unit koperasi) Rp1.600.000.000, program perkuatan permodalan bagi Koperasi Simpan Pinjam sektor agribisnis (1 unit koperasi) Rp1 miliar dan program Sertifikasi Hak Atas Tanah yang telah terealisir untuk 125 UKM tahun 2005 dan 128 UKM tahun 2006 di mana 2 UKM di antaranya adalah untuk tanah pertanian/perkebunan dan tambak.
TERBAIK NASIONAL
Kalau dikatakan Samarinda sukses membina koperasi, memang tidak salah. Buktinya, pada puncak peringatan Hari Koperasi 2006 di Pekalongan, Jateng, lagi-lagi koperasi Samarinda meraih predikat terbaik nasional, yakni melalui KPN Medika untuk kategori Koperasi Konsumen Berprestasi Tahun 2006. KPN Medika menang berdasarkan Keputusan Menkop Nomor 71/Kep/M.KUKM/VII/2006 tertanggal 5 Juli 2006.
KPN Medika disemati predikat sebagai salah satu dari 15 koperasi terbaik se-Indonesia karena 3 hal. Pertama, KPN Medika dapat melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) on time (antara Januari-Maret) dalam dua tahun berturut-turut. Kedua, sehat organisasi, usaha dan manajemen (administrasi). Ketiga, bidang usahanya langsung menyentuh kepentingan anggota dan volume usahanya pun terus menampakkan peningkatan signifikan. (hms)
Memajukan Samarinda tidak terfokus pada pembangunan fisik semacam gedung, jalan atau jembatan semata. Pembangunan yang seimbang harus diimbangi dengan sektor lain mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan sampai pembangunan sosial, pemukiman hingga pariwisata.
Dalam mengambil kebijakan semua sektor pembangunan Amins selalu berupaya mengutamakan prestasi dan kontribusi untuk kepentingan masyarakat. Seperti pada bidang pendidikan. Meskipun tidak latah untuk ikut menerapkan sekolah gratis, namun melalui beasiswa prestasi dan siswa tidak mampu, Pemkot sudah sangat membantu dan tepat sasaran. Ratusan pelajar yang tidak mampu akhirnya bisa menikmati bangku sekolah.
Di bidang pembangunan sosial, dalam rangka mendorong peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan dan penanganan masalah sosial, Amins mengambil kebijakan untuk memberi bantuan kepada beberapa rumah ibadah, berupa mobil ambulans dan juga bantuan pembangunan fisik rumah ibadah. Lalu bantuan gerobak sorong dan kendaraan ke beberapa RT plus bantuan bentuk lainnya yang diberikan ke beberapa lembaga, swasta dan pemerintah.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi rakyat melalui pembinaan koperasi/UKM telah membawa dampak luar biasa pada perekonomian masyarakat karena dengan majunya usaha koperasi dan juga UKM otomatis bisa memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Perhatian Pemkot sendiri tampak dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan SDM, perluasan akses pasar, pembangunan jaringan usaha, bantuan modal kerja bergulir kepada beberapa koperasi dan UKM. Untuk membuka wawasan para pengurus UKM dan koperasi mereka juga dikirim mengikuti magang ke luar daerah.
Sejauh ini bantuan modal kerja bergulir telah diberikan kepada 565 UKM dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta 69 koperasi dengan total dana Rp6 miliar lebih. Tidak cukup hanya dengan memberikan pinjaman modal, para pengurus UKM dan koperasi pun dituntut memiliki kemampuan dalam menata manajemen mereka sehingga kepada mereka juga diberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran.
"Bukan hanya mendapat pinjaman modal, para pengurus koperasi dan UKM juga harus punya kemampuan dalam mengatur keuangan karena salah satu unsur penting keberhasilan koperasi/UKM adalah bagaimana memasarkan produk yang mereka buat agar laku di pasaran," kata Achmad Amins.
Promosi niaga, pameran dagang, temu usaha kemitraan baik yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri pun telah dilakukan. Itu dilaksanakan guna memperluas akses pasar.
"Kita berharap produk-produk usaha yang dibuat para perajin tidak hanya laku di pasaran lokal, namun juga sampai keluar negeri. Untuk itu dilakukan berbagai kegiatan, mulai dari mengikuti promosi niaga sampai pameran. Alhamdulillah ternyata tidak sia-sia, beberapa produk UKM Samarinda laris di pasaran dunia. Salah satunya galangan kapal dan juga beberapa produk kerajinan dari kayu," tukasnya lagi.
FOKUS 5 PROGRAM
Sukses Achmad Amins yang baru saja meraih Bintang Jasa Pratama bidang koperasi dan usaha kecil/menengah (KUKM) khususnya program pemberdayaan ekonomi kerakyatan semakin memacu peningkatan karsa dan karyanya. Untuk tahun 2006 sampai dengan 2009, misalnya, Pemkot akan fokus 5 program KUKM utama.
Hal tersebut terungkap ketika Amins dan rombongan yang disertai Kadisperindagkop Kaltim Irianto Lambrie bersilaturahmi dengan Menteri Suryadharma Ali di Kantor Menneg KUKM Jakarta, akhir Agustus. Kepada Menkop, Amins menyampaikan keinginan kuat dan kesediaan untuk selalu meningkatkan kerja sama secara kelembagaan dengan pemerintah pusat.
Suasana pertemuannya sendiri penuh keakraban dan kehangatan. Selain kekagumannya terhadap pembangunan KUKM di Kota Samarinda, Suryadharma juga sepakat bahwa perlu adanya usaha untuk bersama-sama lebih meningkatkan kerja sama kelembagaan antara pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu hal penting lainnya adalah berbagi masukan seputar pelaksanaan program khususnya yang berkaitan dengan bidang koperasi dan UKM yang sebaiknya tetap digalakkan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Khusus sektor ekonomi (industri, perdagangan dan jasa pemukiman) Amins menilai merupakan masalah penting mengingat sangat sejalan dengan visi Kota Samarinda.
Oleh karena itu Amins mengharapkan prioritas dan dukungan penuh pemerintah pusat kepada Pemkot Samarinda tahun 2007-2008 depan terlebih lagi pada saat itu Samarinda akan menjadi salah satu pusat penyelengaraan kegiatan even olahraga nasional PON XVII.
Amins dan rombongan juga memberikan laporan tentang pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang telah digulirkan pemerintah pusat melalui pemprov kepada pemkab/pemkot sesuai APBN seperti program Subsidi BBM tahun 2000-2005 yang telah disalurkan kepada 33 unit koperasi dengan total dana Rp3.050.000.000.
Lalu program Modal Awal Padanan tahun 2002-2003 (untuk 7 unit koperasi) Rp1.600.000.000, program perkuatan permodalan bagi Koperasi Simpan Pinjam sektor agribisnis (1 unit koperasi) Rp1 miliar dan program Sertifikasi Hak Atas Tanah yang telah terealisir untuk 125 UKM tahun 2005 dan 128 UKM tahun 2006 di mana 2 UKM di antaranya adalah untuk tanah pertanian/perkebunan dan tambak.
TERBAIK NASIONAL
Kalau dikatakan Samarinda sukses membina koperasi, memang tidak salah. Buktinya, pada puncak peringatan Hari Koperasi 2006 di Pekalongan, Jateng, lagi-lagi koperasi Samarinda meraih predikat terbaik nasional, yakni melalui KPN Medika untuk kategori Koperasi Konsumen Berprestasi Tahun 2006. KPN Medika menang berdasarkan Keputusan Menkop Nomor 71/Kep/M.KUKM/VII/2006 tertanggal 5 Juli 2006.
KPN Medika disemati predikat sebagai salah satu dari 15 koperasi terbaik se-Indonesia karena 3 hal. Pertama, KPN Medika dapat melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) on time (antara Januari-Maret) dalam dua tahun berturut-turut. Kedua, sehat organisasi, usaha dan manajemen (administrasi). Ketiga, bidang usahanya langsung menyentuh kepentingan anggota dan volume usahanya pun terus menampakkan peningkatan signifikan. (hms)




