Investor Jerman Incar Kepulauan Derawan


Tags:

Berminat Bangun Hotel Bintang Empat

SAMARINDA - Investor asal Jerman sudah menyatakan minatnya untuk membangun hotel berbintang empat di kawasan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau. Jika ini terwujud, maka sektor pariwisata di Kaltim dipastikan akan mengalami peningkatan.

"Saat ini tren pembangunan hotel tidak lagi di kota besar atau di pusat kota. Investor mulai melirik pembangunan hotel di tempat yang dianggap potensial seperti di pulau," sebut H Nusyirwan Ismail, Asisten II Sekprov Kaltim saat membuka Sosialisasi Promosi Terpadu Indonesia di Kawasan Amerika Selatan dan Karibia, di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin.

Dia mengatakan, keinginan investor asal Jerman itu sudah disampaikan ke Pemprov Kaltim dan saat ini dalam tahap penjajakan. Bukan tidak mungkin, kata Nusyirwan, investor tadi juga mengincar pulau-puau lain, sebab selain Kepulauan Derawan masih terdapat 160-an pulau kecil yang juga potensial.

Namun Nusyirwan tidak merinci lebih jauh investor dimaksud. Hanya saja, besar kemungkinan investor tersebut akan kembali ke Kaltim untuk melakukan kajian lebih detail.

Pulau-pulau di Kaltim, lanjutnya, sangat potensial dikembangkan. "Pulau-pulau itu harus kita jaga sebagai aset yang bermanfaat. Kita tentu gembira jika investor benar-benar ingin mengelola pulau yang ada," sebut Nusyirwan. Sebab, ini akan mendatangkan devisa selain meningkatkan arus kunjungan turis asing ke Kaltim. Konsep seperti ini sudah lama dilakukan atas Pulau Sipadan dan Ligitan yang kini masuk wilayah Malaysia.

Dia hanya berharap agar pendirian hotel di Kepulauan Derawan tidak dibesar-besarkan seperti kasus Pulau Bidadari di Nusa Tenggara Timur. Sebab hal itu hanya akan mengurangi minat investasi bagi para investor. "Kita bukan ingin menjual pulau. Investor hanya diberikan hak guna usaha (HGU, Red) atas lahan yang diperlukan," jelasnya.

Disebutkan, industri pariwisata di Kaltim memang belum bisa memberikan banyak harapan. Namun dia yakin hal ini bisa terus dikembangkan. Apalagi peluang ke arah tersebut masih terbuka lebar. "Untuk sektor pariwisata di daerah ini, Kaltim bertekad meningkatkan volume kunjungan wisata utamanya turis asing," ujarnya. Potensi Kaltim di bidang pariwisata bisa terlihat dari adanya situs kerajaan Mulawarman yang merupakan kerajaan tertua di Tanah Air.

"Kaltim memiliki 12 tempat bersejarah, 8 pemakaman, 13 monumen, 3 museum, 4 situs dan 62 tempat kehidupan khas masyarakat. Kaltim juga memiliki 98 buah seni musik, 97 seni tari, 33 seni rupa dan 32 seni sastra serta 42 seni teater," bebernya.

Dia menjelaskan, Kaltim tiap tahun dikunjungi 15 ribu sampai 20 ribu wisatawan asing dan mencapai 1 juta wisatawan lokal. Sarana lain adalah 29 hotel berbintang, 284 hotel melati dan 957 restoran dengan serapan tenaga kerja hingga 9.171 orang. Apalagi menjelang PON tentu diperlukan banyak hotel dan penginapan serta fasilitas lain.

Hadir dalam Sosialisasi Promosi Terpadu Indonesia di Kawasan Amerika Selatan dan Karibia itu yakni Direktur Amerika Selatan dan Karibia Departemen Luar Negeri Alfred Palembangan, Kasubdit Argentina dan Brazil Departemen Luar Negeri Erick Tomodok, Kasubdit Hubungan Luar Negeri Departemen Luar Negeri Moerad Purba serta Nunung dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional. (eff)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Ekonomi&id=150429