Berita Ekonomi
Tags:
Tags:
Tags:
SAMARINDA - Beredarnya selentingan kabar bahwa persediaan minyak tanah (minah) terus menipis hendaknya tidak terlalu dibesar-besarkan. Warga Kota Samarinda juga diminta oleh Wawali H Syaharie Jaang MSi agar tidak panik karena Pertamina menjamin stok aman.Kepala Depo Pertamina Samarinda (DPS) Fredi Nayoan usai mengadakan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wawali Senin (4/9) memastikan segala sesuatunya berjalan lancar. "Meski kita tahu ada ketentuan pusat yang mengadakan kuota 10-12 % sejak Januari lalu, tapi stok untuk Samarinda sementara ini bisa dipastikan aman, sama seperti halnya kebutuhan pokok lainnya," ujar Fredi.
Seperti banyak nampak di beberapa wilayah kota dalam beberapa waktu terakhir, penumpukan jumlah pembeli minyak tanah di tingkat pengecer memang cenderung meningkat. Menanggapi hal tersebut, di sela sidaknya kemarin Jaang mengatakan dengan adanya keterangan langsung dari Kepala DPS berarti sudah cukup menggambarkan bahwa sebenarnya tidak ada masalah yang harus terlalu diresahkan.
"Paling tidak stok tetap akan diupayakan maksimal dan tetap dalam pengendalian hingga bulan Ramadan nanti dan seterusnya. Meski begitu kegiatan operasi pasar akan terus diintensifkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan," kata Jaang kemudian.
Mengutip hasil monitoring tim 31 Agustus lalu, Jaang membenarkan diperkirakan ada kemungkinan lonjakan kebutuhan. Oleh karena itu pihak Pertamina kemudian sudah menyalurkan suplai 10 ribu liter stok tambahan. "Khusus kepada pihak pengecer, kami harapkan bisa lebih arif dalam hal pendistribusiannya. Jangan sampai mau dimanfaatkan oleh pihak yang sengaja ingin mengambil kesempatan," tambahnya lagi.
Disebutkan Jaang penyediaan minyak tanah yang beredar melalui pengecer sesuai ketentuan ada dua kategori. Pertama, untuk masyarakat dengan beban harga yang ditetapkan lebih murah karena disubsidi pemerintah dan kedua, jenis lain untuk kalangan industri dengan patokan ketentuan harga jual yang berbeda pula.
"Untuk masyarakat sebaiknya tetap menyesuaikan dengan standar kebutuhan rumah tangga dan tidak perlu berlebihan. Sedangkan konsumen dari industri, silakan tetap ikuti jalur seperti biasa dengan langsung berhubungan dengan Pertamina," ujar Jaang kembali mengingatkan. (hms5)
Tags:




